Friday, February 18, 2011

Status makanan di restoran bercampur arak by admin

Status makanan di restoran bercampur arak

salam saudara dan sahabat-sahabat sekalian, soal jawab ini telah diambil dari http://ohislam.com ...semoga bermanfaat untuk dikongsi bersama.

Assalamualaikum,

Saya ingin berkongsi mengenai persoalan diri saya tentang menjamu selera di restoran TGI FRIDAYS dan seangkatan dengannya. Jadi saya mengajukan persoalan saya dengan pihak Jakim dan ini jawapannya. Harap dapat disebarkan sebab ramai umat islam masih lagi keliru tentang hal ini .

*Mohon tidak diletakkan nama & email saya*

Terima Kasih

SOALAN:
Assalamualaikum,

Saya ingin bertanya adakah haram jika makan di restoran yang menjual arak seperti TGI FRIDAYS, CHILL’S? Di dalam menunya ada mengasingkan bahagian makanan yang dicampur arak dengan yang tidak dicampur. Saya menjadi keliru dan memerlukan jawapan.

Sekian Terima Kasih.

JAWAPAN DARI PIHAK JAKIM

Waalakumussalam w.b.t

Terima kasih kerana melayari Ruangan Kemusykilan Agama.

Tahniah kerana anda begitu prihatin dengan isu semasa dan berkaitan halal haram sumber makanan dan minuman. Apabila kita menjamu selera di restoran yang mencampurkan produk yang halal dan haram, kita dituntut untuk menjauhinya kerana timbul rasa syubhah. Walaupun menu yang ditawarkan mengatakan tidak dicampur dengan bahan-bahan yang diragui status halalnya, jelas telah timbul syubhah pada diri puan.

An-Nu’man bin Basyir berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.’” (HR. Bukhori)

Marilah kita sama-sama mengingatkan diri kita bahawa setiap yang Allah larang itu pasti ada kebaikan untuk diri kita sendiri. Dan selalu dalam al-Quran mengingatkan supaya kita berfikir akan ayat-ayat Allah. Biar kita dikata kolot oleh manusia tetapi di hadapan Allah kita dimuliakan kerana perbuatan kita melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan perintah-Nya. Ingatlah ? Setiap daging yang tumbuh hasil dari sumber yang haram, maka neraka adalah lebih berhak ke atasnya (daging itu)? Itu adalah sabda Rasulullah SAW

Sebarkanlah walau dengan satu ayat..

Saturday, February 12, 2011

Pertanyaan seorang dangkal mengenai solat

assalamualaikum semua,

paparan ini adalah umtuk iktibar kita semua.kepada mereka yang tidak tahu,semoga ia dapat memberi pengetahuan,bagi mereka yang sedia tahu,semoga ini akan menguatkan lagi pendirian mereka. sebuah soaljawab ringkas mengenai solat. saya telah mengajukan pertanyaan kepada seorang pensyarah yang berkhidmat di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia. Beliau adalah Dr Fauziah Mohd Noor. Sekiranya tuan/puan ada sebarang pertanyaan bolehlah juga mengajukan kepada beliau di fauziahuia@yahoo.com..nampaknya beliau adalah seorang yang sedia membantu.

Soalan,

Assalamualaikum Dr,

Saya ingin bertanya Dr sesuatu perkara. Situasinye seperti berikut:

Seseorang telah lewat sembahyang zohor kerana kesibukan kerja. Mungkin kerana selalu sembahyang pada awal waktu, semasa hendak mengangkat takbir, dia langsung tidak ingat yang dia akan menunaikan solat zohor. Menyangkakan yang dia akan solat asar, maka dia berniat menunaikan sembahyang asar. Semasa berada di rakaat kedua, dia telah sedar dari lamunannya dan mengubah niat kembali kepada solat zohor. Kerana kejahilan yang ada pada dirinya, dia meneruskan sahaja solatnya hingga selesai dengan rasa was-was.

Pertanyaan saya:

1. Adakah solatnya sah dan apakah yang perlu dilakukan olehnya?

terima kasih

Jawapan:

waalaikumsalam
apa khabar razif? dah lama kita bertanya khabar ya. sepatutnya bila kita tersedar kita telah tersalah niat, kita perlu berhenti dan sembahyang semula. bukan meneruskan solat tersebut. So, kalau dah selesai, qadha lah semula. itu saja. tapi kalau kita sedang sembahyang dan kita ragu2 berapa rakaat, contohnya dua atau tiga rakaat..kita kena pilih dua. kalau 3 atau 4, kita kena pilih 3. hukum Islam diasaskan kepada sesuatu yg diyakini. bukan kepada sesuatu yg diragui.jadi bila kita yakin itu waktu zohor, kita kena niat zohor.

wassalam

Saturday, January 29, 2011

Surutnya Sungai Euphrat di Irak Menyibakkan Gunung Emas di Akhir Zaman

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyibakkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan pembendaharaan emas. Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikitpun.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ubay bin Ka’ab: “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas. Jika orang-orang mendengar hal itu, mereka berjalan ke sana. Maka orang-orang yang ada di sana mengatakan, “Jika kita membiarkan orang-orang mengambilinya, mereka pasti akan mengambil seluruhnya,” Beliau bersabda, “Maka, mereka bertempur di atasnya, sehingga setiap seratus orang terbunuh sembilan puluh sembilan.” [HR. Muslim]

Ibnu Hajar dalam menyarahkan hadist ini mengatakan bahwa surutnya air sungai Euphrat akan terjadi menjelang kemunculan Al-Mahdi

Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan: “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Ahmad]

Syaikh Yusuf al Wabil mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘gunung emas’ di sini bukanlah minyak bumi sebagai mana pendapat Abu ‘Ubaiyyah dalam ta’liqnya terhadap kitab An-Nihayah Fil Fitan (1:208) karya Ibnu Katsir, dengan beberapa alasan sebgai berikut:

a. Bahwa dalam nash hadist itu disebutkan lafal “jabal min dzahab” (gunung emas), sedang minyak bumi bukan emas secara hakiki, karena emas merupakan tambang yang sudah dikenal.

b. Bahwa Nabi saw memberitahukan bahwansanya air sungai itu akan menyingkap gunung emas yang dilihat orang, sedangkan minyak bumi itu digali dari dalam bumi dari kedalaman yang amat dalam dengan menggunakan alat-alat.

c. Bahwa Nabi saw mengkhususkan sungai Furat (Euphrat) dengan keistimewaan ini, tanpa menyertakan laut dan sungai lain, sedang minyak bumi digali dari laut dan dari darat di berbagai tempat sebagaimana yang kita lihat.

d. Nabi saw memberitahukan bahwa orang-orang akan berperang di sisi pembendaharaan ini, dan tidak diberitakann bahwa mereka berperang ketika digalinya minyak bumi dari Furat (Euphrat) atau lainnya. Bahkan Nabi saw melarang orang yang mendatanginya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat laindari Ubay bin Ka’ab r.a, ia berkata, “Manusia senantiasa berselisih dan bersitegang urat leher dalam mencari kekayaan duniawi …, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga sungai Euphrat menyingkap gunung emas, maka barangsiapa yang datang kepadanya, janganlah ia mengambil susuatu darinya. [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathus-Sa'ah, Bab Laa Taquumu As-Sa'atu Hatta Yahsira Al-Furat 'an Jabal min Dzahab 18:19]

Orang yang menafsirkan “gunung emas” ini dengan minyak bumi, maka sebagai konsekuensinya ia harus menetapkan dilarangnya mengambil minyak bumi ini (karena di dalam hadits tersebut Rasulullah saw melarang seseorang mengambil sesuatu darinya – Penj.), padahal tidak ada seorangpun yang berani mengatakan demikian.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa dilarangnya mengambil emas ini disebabkan hal ini dapat menimbulkan fitnah dan peperangan. [Fathul-Baari 13:81]. Selengkapnya lihat: Tanda-tanda kiamat, Syaikh Yusuf Al Wabil hal 159-160]

Pujian Allah terhadap sungai Euphrat

Dalam riwayat dari Malik bin Sha’sha’ah (dalam hadits tentang mi’raj ke Sidratul Muntaha) disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “…Kemudian saya diangkat ke Sidratul Muntaha, dibawahnya ada empat buah sungai, dua sungai yang tersembunyi dan dua sungai lainnya jelas terlihat. Aku menanyakan hal itu kepada Jibril, maka Jibril menjawab, “Dua sungai yang tersembunyi adalah sungai di dalam surga, sedangkan dua sungai yang jelas terlihat adalah sungai Nil dan Euphrat.” [HR. Bukhari: Bad-ul Khalqi bab Dzikrul Malaikah no. 2968 dan Muslim: Kitabul iman bab al-isra' no. 238]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sungai Saihan, Jihan, Euphrat dan Nil adalah sungai yang mengalir dari (mata air di) surga.” [HR. Muslim: Bab ma fid dunya min anharil jannah no. 5073, Ahmad no. 7547]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada empat sungai yang dialirkan dari surga, yaitu sungai Euphrat, Nil, Saihan dan Jaihan.” [HR. Ahmad no. 7229, Abu Ya'la no. 5788 dan Al Khatib. Dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 112]

Syaih Nashirudin Al-Albani berkata, “Barangkali apa yang dimaksud Nabi bahwa sungai-sungai tersebut berasal dari surga adalah sama seperti manusia yang juga berasal dari surga. Hadist ini tidak bertentangan dengan fakta bahwa kedua sungai ini berasal dari mata air yang sangat dikenal di bumi ini. Jika bukan ini atau hal yang serupa yang dimaksud oleh hadits tersebut, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang ghaib yang harus kita percayai dan kita terima, karena Nabi sendirilah yang menceritakan kepada kita.” [Silsilah Al-Ahadits Ash-Shaihah 1/178]

Referensi:

1. Al-Adnani, Abu Fatiah. Fitnah dan Petaka Akhir Zaman. Hal. 90-91. Penerbit Granada Mediatama – Solo. Cetakan I Januari 2007 Edisi Revisi.

2. Abu Fatiah Al-Adnani. Misteri Negeri-Negeri Akhir Zaman. Solo: Granada Mediatama, Cetakan II, Agustus 2007

———————-

Update tentang sungai Euphrat
Ulama Iraq Haramkan Memancing Ikan di Sungai Eufrat
http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/1564-ulama-iraq-haramkan-memancing-ikan-di-sungai-eufrat

Para ulama Iraq baru-baru ini menfatwakan haram memancing ikan di sungai Eufrat. Pasalnya, tentara AS sering seenaknya membuang mayat di sungai yang terkenal itu. “Satu hari bisa 40 mayat, “ujarnya Hidayatullah.com–Para ulama Iraq melarang warga memancing di Sungai Eufrat lantaran pasukan AS itu sering seenaknya membuang mayat-mayat di sungai itu.

Seperti dikutip Mufakkiratul Islami, para ulama yang tinggal di kawasan propinsi Anbar sebelah barat Iraq, pada hari rabu (5/01) telah mengeluarkan fatwa (haram) larangan memancing ikan di sungai Eufrat.

Larangan ini di tujukan kepada mereka yang tinggal di kawasan yang di lalui sungai Eufrat, seperti kota Falujah, Ramadi, Hait dan Qo`im.

Fatwa tersebut di sampaikan lewat mesjid mesjid yang ada di propinsi Anbar. Penyebab di keluarkannya fatwa haram tersebut adalah banyaknya bangkai serdadu AS yang sudah hancur (tidak karuan) ke sungai Eufrat oleh pasukan Amerika sendiri.

Tidak di ragukan lagi, bankai-bangkai mayat itu tentu saja menjadi santapan ikan-ikan yang ada di sungai Eufrat dan membuat mereka gemuk dan berkembang biak.

Seperti yang di sampaikan oleh wartawan Mufakkiratul Islami, tujuan di keluarkannya larangan itu adalah untuk menjaga kesehatan warga dari penyakit.

Menurut Mufakkiratul Islami yang ada di Ramadi juga mendapat laporan dari para pemancing ikan. Kata mereka, “Mereka sering sekali melemparkan mayat ke sungai Eufrat. Dalam satu hari, tidak kurang dari 40 mayat yang mereka lemparkan dari helicopter Apache ke sungai ”.

Tindakan pasukan Amerika itu tentu saja membuat para pemancing menjadi dongkol dan marah, karena telah merusak sumber mata pencarian mereka. (Mufakkiratul Islami / kiriman Ibnu Rusli)

————————

Pendapat Harun Yahya:

http://www.harunyahya.com/indo/buku/mahdi03.htm

Berhentinya dan terganggunya aliran sungai Eufrat merupakan salah satu tanda kedatangan Al Mahdi.

Segera sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. (HR Bukhari)

Sungai itu (Eufrat) akan memperlihatkan sebuah gunung emas (di bawah sungai itu). (Abu Daud)

Berbagai buku hadits menyebutkan kedua peristiwa ini. Al-Suyuti menyebutkan hadits ini sebagai ‘berhentinya air.’ Sebenarnya Bendungan Keban telah menghentikan aliran air sungai ini. Tanah sekitarnya telah menjadi sama nilainya dengan emas karena berbagai alasan, seperti dihasilkannya aliran listrik dan begitu suburnya tanah pertanian melalui fasilitas irigasi dan transportasi sejak bendungan itu dibuat. Bendungan ini menyerupai gunung betun, dan kekayaannya senilai emas yang keluar dari sungai itu. Oleh karena itu, dam ini menyerupai sifat-sifat ‘gunung emas’ (Allah-lah Yang Maha Tahu)

artikel ini diambil dari http://rezakahar.wordpress.com

Tuesday, March 16, 2010

Cium pipi ayah sebelum ciuman terakhir!-luahan seorang anak

ini adalah catatan seorang anak yang telah kehilangan ayahnya ...

Ayah aku baru meninggal 5/8/2002..3.25pm.
Apa yang aku tuliskan sini adalah untuk mereka yang masih lagi ada orang tersayang, untuk terus menyayangi dan berjasa sebelum menyesal. Kematian abah amat meninggalkan kesan yang mendalam apatah lagi meninggalkan mak yang kesorangan. Anak-anak semua dah besar… kerja semua jejauh. Hidup ini seolah tiada erti… selamanie setiap suka duka… pasti telefon dan maklumkan pada mak dan abah. Kalau naik gaji… dapat keputusan bagus dll… pasti telefon mereka sepuya mereka gembira. Kalau boleh mahu terus berada di perak menemani mak yang terus menangis.
Syukur, abah mati dipelukan mak yang mengucap dua kalimah syahadah… ditelinga kirinya… dan aku ketika itu mengucap ditelinga kanannya… ini adalah kali pertama aku melihat kematian… masih terbayang… abah memandang jauh kehadapan dan mata nya keatas… sambil
mengucap dan memejamkan mata. Sungguh cepat dan tenang… semoga roh abah ditempatkan digolongan yang beriman. Syukur sembahyang jemaah abah lebih dari seratus orang… syukur abah dikebumikan dengan selamat.
Sejam sebelum kematian… sempat berbual dengan abah. Abah kata kalau nak beli kereta tunggulah 2005. Bila time AFTA nanti kereta honda jatuh harga. Boleh lah bawak mak berjalan. Waktu tu abah dah sihat… dah selera makan. Pastu abah suruh esok pergi buat kad pengenalan baru.
Sebab abah dan Mak baru ambil kelmarin. Abah kata sehari jer buat. Tak payah ambik gambar kat kedai gambar. Diorang guna digital kamera kat office jer. Tapi abah kata jangan pakai baju putih. Nanti gambar tak clear. Tapi tak sangka esok nyer aku pergi sana bukannya utk buat kad pengenalan aku, sebaliknya buat sijil kematian abah.
Apabila Izrail datang mengambil nyawa… kita takboleh mencepat atau mengajak walau sesaat. Sampai sekarang masih terbayang keadaan abah masa tu. Tapi macam tak sangka. Abah hanya tengok atas dan tutup mata. Badan tidak bergoyang walau seinci. Abah cuma nak baring. Sambil mulutmengucap dua kalimah syahadah.
Pertama kali pergi ke rumah mayat jenazah. Pertama kali naik van jenazah, pertama kali buat sijil kematian, pertama kali tak tidur 2 hari, pertama kali asyik menangis, pertama kali menimbus kubur, pertama kali menjirus air mawar… semuanya pertama kali. Dan pertama kali juga takkan jumpa abah lagi.
Aku memandikan abah… memasangkan kain ihram sebagai kain kapan. Ketika ditutup muka abah, aku mencium dahi… pipi kanan… pipi kiri… dan bangun… tetiba hati aku ingin terus mencium lagi… aku membongkokkan kaki dan mencium dahi nya semula. Ciuman ini adalah ciuman terakhir.
Semasa kecil aku selalu cium abah.Tetapi apabila dah besar sudah lama tidak mencium pipinya.Ya Allah… tuhan segala alam… aku dan abang mengangkat jenazahnya… dan mengebumikannya. Hati ini sayu mengenangkan pemergian abah yang tercinta. Mak hanya memandang dengan air mata sayu… penglihatannya kosong… setelah 36 tahun hidup bersama ayah… kini tinggal seorang.
Selaku seorang anak… aku tahu bagaimana kasih seorang abah.Abah seorang pendiam… sabar.. dan alim… Jemaah masjid… bendahari masjid… dan pelbagai amanah kebajikan dilakukannya. Aku selama ini tidak pernah meluahkan kasih kepada abah secara terus terang. Memang sayang abah… cuma… dengan abah saya hormat dan memendam kasih saya… Lainnya pula dengan emak… yang setiasa berterus terang… seringkali tidur di peha mak hingga ke hari ini.
Kelmarin aku baca dairi abah. Tak sangka abah pun tulis diari. Tiada apa yang ada dalam dairi itu melainkan perkara anak anak nya. Semuanya berkisar tentang anak-anaknya. Aku sendiri tak ingat bila aku beli kereta. Tapi abah catat… 18 February… shairizal beli kereta satria hijau 1.6… abah catat setiap kali anak nya telefon beserta waktunya. Sekali tu jam 1.00 pagi aku telefon dari KL… abah pun catat. Semuanya abah catat berkenaan anaknya. Abah catat shairizal balik jam 2.00 tengahari bawa keropok dll… Abah catat Kak Se keguguran… Abah catat Shaifol (abang sulung) ke KL… menangis kami semua bila baca dairi tue… Abah sayang anaknya… tak pernah tunjuk… sebab abah lebih suka mendiam dan tidak bercakap pasal orang. Begitu juga dengan orang lain ayah hanya banyak cakap pasal ilmu agama dan berkenaan anak-anaknya sahaja. Ada kawan kampong abah baru nie cakap "Abah kamu masa hidup selalu cakap pasal anaknye. Sorang keje sana sorang keje sini. Dia bangga ada macam korang". Tapi jauh disudut hati aku, aku masih terkilan sebab aku salu fikir aku bukan anak yang baik. Abah memang suka tulis. Kalau fail atau dokumen pasal kereta, rumah, bil, kedai dll memang semua tersusun… Aku terjumpa buku nota kuliah subuh abah yang terbaru… catatan terakhir yang abah tulis "hati orang beriman sentiasa ingat kubur"… abah gariskan perkataan ingat kubur… dan kami bersyukur bahawa abah sememangnya telah bersiap sedia untuk meninggal. Dan menyerahkan kepada ALlah untuk melepaskan seksaan di kubur dan api neraka. Abah memang suka budak kecik… pantang anak saper pasti dia dukung… bawak berjalan… cucu-cucunya setiap kali balik
pasti nak tidur sama. Kini semuanya tiada.
Ya ALLAH… aku tak tahu bagaimana kehidupan utk diteruskan… tanpa Abah…. baru bercadang nak balik dan bertekad bonus tahun nie nak kasi abah seribu mak seribu… tapi Allah lebih menyayanginya… abah meninggal 5hb… tidak sempat merasai bonus pertama anaknya yang baru masuk 10hb Ogos 2002. Kali nie tak sangka bonus banyak digunakan untuk majlis tahlil dan batu nisan untuk abah. Tok Imam ada cakap kat kami… "kubur ayah dikorek… pastu
ditanam…tanahnya masih penuh kat tepi… terlebih tandanya seorang yang pemurah… sedangkan ada sesetengah kubur dikorek pastu ditimbus semula masih tak cukup tanah. "abah kamu wajahnya senyumnyer walau pun dah meninggal" "Abah kamu waktu dimandikan dah bersih… tak der kotor najis pun takder"… perkara itulah menyedapkan hati kami… untuk jadi
seperti abah…. Sembahyang Jumaat minggu sudah di Masjid… aku memulangkan semula duit
masjid dan buku akaun yang abah pegang selaku bendahari. Sambil mengira kutipan Jumaat hari itu tok imam dan bilal turut menangis… "Dulu abah kau yang tolong kira pastu tulis kat white board tue"… Ini semua membuat aku rasa terpanggil untuk kembali ke kampung walau keje apa sekali pun….
Ya Allah. sesungguhnya kematian ini memberi hidayah pada aku… Talkin buat abah masih segar… "Wahai hamba ALLAH… ketahuilah kamu bahawa mati itu benar, kiamat itu benar, Allah itu benar" dan kita yang hidup akan pergi juga… Lelaki berat tanggungjawabnya… suami menanggung dosa isteri dan anak-anak… isyaAllah selaku anak-anak kami telah dibekalkan ilmu agama. Cuma aku kini telah lupa untuk mengamalkannya sejak mula bekerja setelah terlupa dgn nikmat Allah..Mak juga seorang yang dan solehah… saya yakin Allah maha pengampun dan maha bijak sana dalam menentukan Al-Mizan… Dulu mak dan abah tiap waktu ke Masjid dekat rumah berdua… tapi sekarang nie mak kata mak takut nak ke masjid seorang diri takut tak tenang hati teringat abah. Inilah perasaan aku sekarang. Buat korang yang masih ada… jadikan iktibar… cium pipi ayah sebelum ciuman terakhir. Dan curahkan kasih sayang tanpa selindung.Tunjukkan.
Al-fatihah…
Wassalam"
-anakmu

p/s:catitan ini saya peroleh daripada seorang hamba ALLAH yg telah kematian bapanya!

Wednesday, December 30, 2009

Cara mengetahui kadar simpanan (nisab) yang mewajibkan zakat

Oleh kerana mata wang yang ada sekarang ganti bagi emas maka para fuqahak menghukumkan wajib mengeluarkan zakatnya.

Disini saya hendak tunjukkan cara mengira nisab yang mewajibkan zakat dan zakat yang wajib dikeluarkan dari seluruh wang didalam milik kita.

Cara mengetahui kadar simpanan (nisab)

Caranya mudah sahaja

Pertama anda perlu mengetahui harga emas semasa didarabkan dengan 85 gram emas maka jawapannya itu lah nisabnya.

Harga emas semasa x 85g emas = nisab

Contoh RM 76 x 85g = RM 6460

Apabila simpanan anda sampai nisab belum lagi mewajibkan zakat, maka anda hendaklah tungu sehinga setahun hijrah, sekiranya simpanan anda tidak berkurangan daripada nisab, maka wajiblah anda mengeluarkan zakatnya, iaitu mengeluarkan zakat keseluruhan simpanan sama ada yang ada di bank, di dalam kocek atau di dalam almari anda.

Cara mengira kadar zakat simpanan:

Hitung keseluruhan wang anda dan juga nilai emas yang bukan pakaian bahagi dengan 40 kemudian ambil sebahagian itulah zakat.

Simpanan ÷ 40 = zakat

Contoh RM 10735.30 ÷ 40 = RM 268.3825.

Sekiranya simpanan anda berkurangan dari nisab maka anda perlu tungu sampai nisab dan dari tarikh sampai nisab itu anda mulaka pengiraan setahun hijrah.

Berkurangannya nisab boleh terjadi dengan sebab naiknya harga emas semasa atau anda telah menguna wang simpanan itu.

Contoh nisab pada permulan RM 6460 kerana harga emas RM 76 setelah beberapa bulan harga emas naik keparas RM 81 maka kadar nisab naik ke paras RM 6885 sedang kan wang simpanan masih tetap RM 6460, dengan itu anda perlu menanti nisab anda sampai keparas RM 6885 dan memulakan nisab dari tarikh itu.


diambil dari http://almalakawi.wordpress.com

Tuesday, December 29, 2009

kenapa hazihi sabili

“ Salam. Sekadar berkongsi, hazihi sabili…sabil tu muzakkar, pttnya kna haza sabili, tp dalam Quran gn hazihi, sbb antara 2 perkataan tu ada mahzuf, taqdirnya attariqah..”

Begitulah mesej yg saya terima dari seorang sahabat saya. Sebenarnya perbincangan kami bermula pada suatu malam, bilamana seorang sahabat dari kuliah Bahasa Arab tengok blog saya, dia pun bertanya,

“kenapa ‘hazihi sabili’, sabil tu muzakkar( مذكر) , so kena ‘haza sabili’ la”

Mula-mula saya terkejut juga, kerana mendengarkan kesilapan yg saya buat itu dan kebarangkalian utk terpaksa mengeditnya.

“ tapi dalam al-Quran tu dia guna ‘hazihi sabili’”. Jawab saya ringkas, sambil mengerutkan dahi menunggukan kepastian dan penjelasan.

Lalu saya membacakan ayat tersebut:

" قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي…"

Sahabat saya itu hanya terdiam. Mungkin memikirkan kenapa dalam al-Quran kalimah ‘hazihi’ itu menjadi muannas. Namun, perbincangan kami hanya terhenti di situ sahaja kerana terpaksa menfokuskan kpd agenda lain yg lebih penting walaupun saya masih menanti jawapan drpd sahabat saya.

Keesokannya, sahabat saya telah menghantar mesej diatas memberikan penerangan ttg hal ini. Terima kasih lah kerana sudi buat research. Namun bila saya dapat mesej tersebut, kefahaman ttg bahasa arab saya bukanlah tinggi sangat,lalu saya bertanya,

“ jadi boleh guna ke tak ayat tu”, tanya saya melalui mesej.

“ boleh je..tabarru’an bil qur’an, kot2 lps ni ada org tanya, kn dh ada jwpn dia :)” balas kawan saya.

Bila kawan saya dah balas macam tu, so selesailah masalah saya. Tak perlu lagi saya bertanya apa maksud msg dia yg dalam bahasa arab tu. Yg penting ayat tu boleh digunakan..tak perlulah saya nak edit lagi blog ni..hehe.

Selepas beberapa hari barulah saya meneliti balik makna mesej tersebut. Sebenarnya dalam ayat ‘ hazihi sabili’ tu, diantara dua kalimah tu ada mahzuf, yakni kalimah yg telah dihazafkan. Dan taqdirnya at-tariqah, yakni diantara dua kalimah tu kena ada kalimah at-tariqah. Jadi, ayat yg sepatutnya adalah:

" قُلْ هَـذِهِ الطريقة سَبِيلِي…"

Bila ada at-tariqah diantara 2 kalimah tu, barulah betul dari segi nahu nya yakni hazihi jd muannas kerana kalimah selepasnya adalah muannas juga. Cuma isu kenapa Allah hazaf kalimah at-tariqah tu kena ruju’ ulama’ tafsir ataupun pakar bahasa arab lah.

Jadi,sekadar itu dahulu untuk entri minggu ini..jumpa lagi di lain waktu sekiranya di panjangkan umur…ma’assalamah.

Posted by Wan Firdaus at 2:37 AM


diambil dari blog http://wan-firdaus.blogspot.com/

Tuesday, December 15, 2009

Penduduk lihat hukuman rejam
















MOHAMED ditanam dalam lubang di Afgoye, pada Ahad lalu.

MOGADISHU - Sekumpulan militan Islam memaksa penduduk melihat mereka merejam seorang lelaki sehingga mati kerana berzina di Somalia, lapor sebuah akhbar semalam.

Kumpulan itu turut membunuh seorang lelaki kerana didakwa sebagai pembunuh.

Menurut beberapa saksi, hukuman itu mencetuskan pertempuran senjata antara kumpulan tersebut dengan kumpulan lain dengan mengakibatkan tiga militan terbunuh.

Kejadian berlaku di Afgoye, 32 kilometer dari sini pada Ahad lalu.

"Tiga anggota pejuang kumpulan Hizbul Islam terbunuh dan lima lagi cedera apabila mereka saling bergaduh antara satu sama lain," kata seorang pekedai, Halima Osman.

"Sebahagian anggota kumpulan itu mahu menangguhkan hukuman manakala yang lain menentangnya.

"Anggota-anggota itu kemudian berbalas tembakan.

"Kumpulan yang menentang hukuman itu tewas dan kemudian melarikan diri," tambahnya.



















SEORANG lelaki menimbus tanah di dada Mohamed.

Sebelum dijatuhkan hukuman mengikut undang-undang syariah, Hakim Osman Siidow Hasan memberitahu penduduk, dua lelaki itu mengaku melakukan kesalahan selepas siasatan dilakukan.

Seorang wanita yang mengaku melakukan hubungan seks di luar nikah turut dihukum 100 kali sebatan.

"Ini merupakan hari penghakiman," kata Osman kepada orang ramai.

"Kami telah melakukan siasatan dan mereka sudah mengaku," tambahnya.

Hukuman itu dibuat selepas pertempuran antara kumpulan yang menentang dan kumpulan yang mahu hukuman itu dilaksanakan dengan segera berakhir.

Seorang anggota keluarga mangsa yang dibunuh kemudian menembak mati penembaknya yang telah ditangkap.



















BEBERAPA orang merejam Mohamed sehingga dia mati.


Pesalah zina tersebut, Mohamed Abukar Ibrahim ditanam di dalam lubang sehingga ke dada dan direjam sehingga dia mati.

"Saya tidak sanggup untuk melihatnya," kata seorang lelaki, Ali Gabow.

Menurutnya, seorang wanita yang mengaku berzina itu dihukum 100 kali sebatan kerana dia menyatakan dirinya masih belum berkahwin. - Agensi

dipetik dari akhbar kosmo bertarikh 15 Disember 2009.


ilmu penulis amatlah dangkal untuk mengulas perkara ini ... diharap sedikit sebanyak dapat memberi peringatan kepada kita semua